Minggu, 18 Oktober 2009
Kamis, 15 Oktober 2009
Entrepreneur Unggul
Ada begitu banyak definisi mengenai entrepreneur (wirausaha). Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, entrepreneur adalah orang yang pandai atau berbakat mengenai produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
Raymond Kao dalam buku berjudul Defining Entrepreneurship menyatakan bahwa entrepreneur adalah orang yang menciptakan kemakmuran dan proses peningkatan nilai tambah, melalui inkubasi gagasan, memadukan sumber daya dan membuat gagasan menjadi kenyataan. Sedangkan entrepreneurship (kewirausahaan) menurut Kao adalah suatu proses melakukan sesuatu yang baru dan berbeda dengan tujuan menciptakan kemakmuran bagi individu dan memberi nilai tambah pada masyarakat.
Definisi yang dibuat Kao menunjukkan secara jelas unsur–unsur yang membedakan entrepreneur dengan orang lain, yakni adanya gagasan baru (inovasi), keberanian mengambil risiko, penciptaan nilai tambah, dan yang terpenting, ditujukan bagi kemakmuran masyarakat luas. Sesuatu yang mulia bukan?
Pakar Manajemen Bisnis yang lagi naik daun, Dr. Rhenald Kasali memberikan definisi yang lebih tegas. Entrepreneur adalah seseorang yang menyukai perubahan, melakukan temuan-temuan yang membedakan dirinya dengan orang lain, menciptakan nilai tambah, memberikan manfaat bagi dirinya dan orang lain, karyanya dibangun berkelanjutan (bukan ledakan sesaat) dan dilembagakan agar kelak dapat bekerja efektif di tangan orang lain.
Untuk memudahkan, barangkali akan lebih baik jika kita cukup mengingat lima ciri seorang entrepreneur unggulan (excellent entrepreneur), yakni:
1. Berani mengambil risiko.
Artinya, berani memulai sesuatu yang serba tidak pasti dan penuh risiko. Tentu tidak semua risiko diambil
melainkan risiko yang telah diperhitungkan dengan cermat (calculated risk).
Artinya, berani memulai sesuatu yang serba tidak pasti dan penuh risiko. Tentu tidak semua risiko diambil
melainkan risiko yang telah diperhitungkan dengan cermat (calculated risk).
2. Menyukai tantangan.
Segala sesuatu dilihat sebagi tantangan, bukan masalah. Perubahan yang terus terjadi dan jaman yang serba
edan menjadi motivasi kemajuan bukan menciutkan nyali seorang entrepreneur unggulan. Dengan demikian,
seorang entrepreneur akan terus memacu dirinya untuk maju, mengatasi segala hambatan.
Segala sesuatu dilihat sebagi tantangan, bukan masalah. Perubahan yang terus terjadi dan jaman yang serba
edan menjadi motivasi kemajuan bukan menciutkan nyali seorang entrepreneur unggulan. Dengan demikian,
seorang entrepreneur akan terus memacu dirinya untuk maju, mengatasi segala hambatan.
3. Punya daya tahan yang tinggi.
Seorang entreprenur harus banyak akal (bukan akal–akalan) dan tak mudah putus asa. Ia harus selalu mampu bangkit dari kegagalan dan tekun.
Seorang entreprenur harus banyak akal (bukan akal–akalan) dan tak mudah putus asa. Ia harus selalu mampu bangkit dari kegagalan dan tekun.
4. Punya visi jauh ke depan.
Segala yang dilakukannya punya tujuan jangka panjang meski dimulai dengan langkah yang amat kecil. Ia
punya target untuk jangka waktu tertentu. Bagaimana tahun berikutnya, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, dst.
Usahanya bukan letupan – letupan sesaat dan bukan pula karena latah (ikut–ikutan).
Segala yang dilakukannya punya tujuan jangka panjang meski dimulai dengan langkah yang amat kecil. Ia
punya target untuk jangka waktu tertentu. Bagaimana tahun berikutnya, 5 tahun lagi, 10 tahun lagi, dst.
Usahanya bukan letupan – letupan sesaat dan bukan pula karena latah (ikut–ikutan).
5. Selalu berusaha memberikan yang terbaik.
Entrepreneur akan mengerahkan semua potensi yang dimilikinya. Jika itu dirasa kurang, maka ia akan
merekrut orang–orang yang lebih berkompeten agar dapat memberikan yang terbaik kepada pelanggannya.
Entrepreneur akan mengerahkan semua potensi yang dimilikinya. Jika itu dirasa kurang, maka ia akan
merekrut orang–orang yang lebih berkompeten agar dapat memberikan yang terbaik kepada pelanggannya.
Jadi yang terpenting dari seorang entrepreneur adalah INOVASI dan keberanian untuk mengambil risiko. Inilah yang membuat entreprenur selalu tampil dengan gagasan–gagasan baru yang segar, melawan arus pemikiran orang banyak atau kreatif. Bahkan terkadang dicap gila pada awal kemunculannya karena bertentangan dengan pakem umum. Tapi, bukankah layang–layang hanya dapat terbang tinggi jika ia mampu melawan arah arus angin? Tampaknya, begitu pula caranya jika kita ingin menjadi entrepreneur unggulan. Siapkah kita ?
Bila Aku Jatuh Cinta
Allahu Rabbi aku minta izin
Jangan biarkan cinta untuk-Mu berkurang
Hingga membuat lalai akan adanya Engkau
Allahu Rabbi
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Aku punya pinta
Bila suatu saat aku jatuh cinta
Penuhilah hatiku dengan bilangan cinta-Mu yang tak terbatas
Biar rasaku pada-Mu tetap utuh
Allahu Rabbi
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Izinkanlah bila suatu saat aku jatuh cinta
Pilihkan untukku seseorang yang hatinya penuh dengan
kasih-Mu
dan membuatku semakin mengagumi-Mu
Allahu Rabbi
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Bila suatu saat aku jatuh hati
Pertemukanlah kami
Berilah kami kesempatan untuk lebih mendekati cinta-Mu
Allahu Rabbi
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Pintaku terakhir adalah seandainya kujatuh hati
Jangan pernah Kau palingkan wajah-Mu dariku
Anugerahkanlah aku cinta-Mu...
Cinta yang tak pernah pupus oleh waktu
Amin !
Praditya Kasworo
Minggu, 11 Oktober 2009
Langganan:
Entri (Atom)


